balasan
Tulisan ini kiranya sebagai peringatan bagi kita semua. *hihihi, serius euyy*
Saya, suami, dan cindul hendak makan soto pagi tadi. *padahal kami sudah numpang sarapan j 7.00 pagi di rumah ibuk saya, tapi jam 9.30 kami dah laper lagi, hihihi*
Saya sih setuju-setuju saja diajak makan soto, soalnya badan berasa “kurang sak sreeet” akibat begadang semalaman. Kayaknya enak kan makan soto panas-panas?
Tapi saya agak ribut, soalnya penjual soto yang hendak kami jambangi tempat parkirnya mepettttt dan harus menyeberang dulu padahal arus lalulintas biasanya padat disitu.
Tapi suami bilang,
“Halaaahhhhh… gitu doang.”
Dan ya memang dengan gampangnya kami bisa memotong jalan dan parkir dengan nyaman.
Kami pun menikmati soto lenthok yang mabohai dahh. *gak usah diceritakan, bikin ngilerrrr saja.*
Singkat kata kami selesai makan, trus kami pun masuk mobil bersiap pulang.
Dan ternyata dengan mudahnya kami menyeberang, lalu suami,
“Tuh, gitu aja. Gampang. Kecillll…..”
Ehhhh….. baru saja mingkem, suami saya histeris. *hiperbolis habis*
“Waaaahhhh…. kacamata aku ketinggalan!!!!!”
Lalu dia pun dengan susah dan sangat payah mencari jalan agar dapat berputar, namun ternyata tidak semudah yg dibayangkan sehingga harus mencari jalan alternatif dan menempuh perjalanan beberapa saat lamanyaaa *hiperbolis dikit ini sebenernya. gak sesulit itu kok, cuma it really took time.*
Saya ketawa ngakak.
Dan suami pun nyebut asma Tuhan.
Nah, lo. Jangan suka takabur yak :))
Filed under Tak Berkategori | Comment (0)Senandung Angkot jilid I
Masih seputar cerita holide kami di bandung.
Siang itu setelah gempor jalan di Ci Walk yang cuma situ doank, kami pun memutuskan untuk no more walking. Akhirnya dengan sisa-sisa tenaga yang ada, kami berniat untuk naik taksi saja.
Dengan harap-harap cemas, taksi yang kami impikan itu tak kunjung datang pada kami *halah mule lebay*. Di tengah kemacetan jalan satu arah Cihampelas, kekhwatiran kami semakin memuncak. Dan benarlah, beberapa taksi yang terlihat, kalau ndak berpenghuni ya sudah ada yang memesan.
Berpijak pada prinsip yang penting gak jalan kaki, kami pun memutuskan untuk ngangkot. Kami berhentikanlah angkot jurusan Kelapa-Ledeng, karena keyakinan suami saya (lagi-lagi), bahwa yang ada Ledeng-nya berarti lewat Setia budi dan artinya lewat jalan menuju GEgerkalong girang tempat kami menginap.
Dan, ternyata memang benar, angkot tersebut berhenti di tempat yang kami harapkan.
Eittttttt……… tunggu dulu!
NAmun ada TAPI nya.
TAPi setelah kami memutari sudut kota bandung yang kalok gak karena ini angkot saya mungkin gak bakalan lewat.
TAPI setelah angkot yang kami naeki MENTOK ke salah satu tujuannya, yakni KElapa, dan BALIK lagi ke arah Ledeng.
TAPI tapi lagi, setelah terjebak macet yang lammmmmmaaaaaaaaa banget akibat acara wisuda yang nama universitasnya baru saya tau di TKP.
Tapi tapi lagii lagi tapi, setelah cindul “Minta Ampun” pada saya.
“Buuuk………. Kok lama buuuuuuk?”
“Buuuuk……… Kok gak sampe-sampek????”
“Buuuukkk……… Udah naek angkotnya…!!!”
“Buuuuk…..dst”
Cuma 2 jam Nak. *Intinya kan sampe tujuan toooo???*
Hossss hosssss Hossssssssssss
Cuma situ
Siang itu, setelah membeli bolen kartika sari untuk oleh-oleh, kami pun memutuskan untuk jalan saja hingga kemana arah angin menuntun.*halah banget*.
Setelah foto sana foto sini ditempat yang menurut kami “BAndung banget” (baca: jalan raya, jembatan layang, banner yang ada tulisan bandungnya), kami pun memutuskan untuk ke tempat yang disebut Ci-Walk. Kesanalah kami menggunakan angkot sesuai instruksi suami yang sudah sangat yakin dengan pengetahuan perangkotanya. Samapai di jalan yang “kalok kesana ke cihampelas”, turunlah kami, kemudian kami lanjutkan dengan jalan kaki. Karena, kata suami, saat itu kami sudah memasuki kawasan Cihampelas. Ya sudah, dengan langkah terseok-seok akibat kaki lecet sepatu kekecilan, saya pun meneruskan langkah. Ditambah, suami sempat tanya ke seorang bapak yang dengan baik hati memberitahukan kepada kami bahwasanya Ci-Walk “cuma lurus doang, dah sampe”.
Masih dengan langkah terseok namun sedikit ringan (karena Cindul tertidur sehingga tidak sadar saat berganti gendongan pada bapaknya), kami bergerak.
“Cuma situ, nanggung kalok ngangkot.”
“Apalagi macetnya minta ampun, ngangkot juga bakal lama.”
Aksi selftalk penguatan diri mulai kami lakukan. Biar kaki tetap gempor, paling gak pikiran kami lebih ringan. *hihihi*
Lama-lama,
“Mana nih, cuman situnya??”
Kami mulai gak yakin.
Tapi kalo ngangkot juga nanggung kan?
“Cuma situ.”
“Tinggal lurus, udah.”
Jawab kami sendiri kalao pertanyaan “kalok cuma situ kok gak keliatan apa-apa selain toko-toko kecil” muncul.
Huhuuhuhuuhuu, rasanya mau nangis saat kami beneran menemukan si Ci-Walk.
Belum lagi konsepnya yang bener-bener enak buat jalan-jalan dalam arti rekreasi dan bukan jalan-jalan jalan kayak kami. Jauh pisan….
Healah.
Cuma situ.
Cuma 3 kilo.
Hossssss
Filed under Tak Berkategori | Comment (0)hotel vs rumah
Setelah sekian lama nginep di hotel, akhirnya kami pulang kerumah juga. Yap, di Bandung, kami menginap di MQ guesthouse. Tempatnya recommended banget, gak begitu mahal, full-service, nyaman, ditengah-tengah suasana Daarut Tauhid yang religius dan kampus UPI. Yang paling enak adalah, berhubung berada di lingkungan kampus, maka banyak sekali pilihan makanan yang murah meriah tapi enaaakkkk… Saya saja berasa mahasiswa lagi, karena sempat jajan buah potong, cireng, dan jajanan khas mahasiswa. Tapi bukan itu yang saya mau kemukakan disini.
Setelah 4 hari enak-enakan dihotel, dari mandi air hangat sesuka hati, bebas tugas nyapu, nyuci, masak dan teman-temannya, akhirnya saya kembali kerumah juga. Kembali kekhidupan nyata yang gak ada ACnya.
KEmbali menjadi penanggung jawab kerumahtanggaan, sampai harus masak air dulu jika ingin mandi air hangat. Rasanya aduh banget…
Tapi saya jadi malu sendiri, saat anak saya bilang,
“Ibu, di hotel enak, tapi lebih enak di rumah…”
Waaaahhh… anak saya yang masih kecil saja bisa bilang dan merasa begitu, lha kok saya….??? Hihii, *malu dah*
Memang benar nak, RUMAHKU SURGAKU ^^
Kemas-kemas
Besok pagi rencanya kami pergi ke bandung. Rencanya lagi, kami akan tinggal disana dari rebu, kamis, jumat, sabtu, dan minggu sudah di jogja lagi. Artinya, sebanyak itu pula baju dan berbagai peralatan tempur harus saya siapkan.
Wuuuuuuuushhhh
Dimulailah desperado momen saya.
Memilih pakaian yang hendak dibawa (hanya) untuk persediaan 4 hari bukan perkara yang mudah. Apalagi ini untuk 3 badan. Saya, bapak cindul, dan si cindul mabohai yang gemar gonta-ganti baju.
Grhh. Apa yang mungkin bagi orang lain mudah, buat saya sulit. Jadilah saya mbolak-mbalik ngeliatin isi lemari saya sembari membayangkan saat saya sudah di bandung, saya mau ngapain dan tentu saja sambil membayangkan pakek baju apa *soalnya ini kan intinya*
Lalu keringat dingin mulai keluar *halah*
Emosi memuncak, si cindul malah tereak-tereak minta pupup, sementara suami malah santai-santai nonton bola.
Lalu.. satu dua tiga…………… keluar. hehehe. gak, saya tarek nafas panjang, hingga akhirnya…
“Oke, ini adalah saat stressing buat saya. Mungkin emang terlalu banyak hal yang akan saya bawa, so, saya harus urai satu-satu.” Begitu selftalk saya.
3xpakaian pakaian (Baju biasa, baju tidur, daleman), alat mandi, mainan fa, obat, makanan, lain-lain.
1. Nyiapin baju buat bapak.
Ini sih relatif mudah, suami nurut bangettt. Tinggal plung plung sesuai hari. huffff.. selesaii..
2. Baju buat Cindul
Weleh, udah mulai agak ribet. saya harus ngitung juga baju tambahan mengingat cindul yang menganut slogannya rinso, gak ada noda gak belajar *kikikikik*. Tapi dengan pedoman dasar (baju biasa, baju tidur, daleman), lumayan menuntun. hihihi
3. Baju sayyyahh
THE MOST DESPERADO MOMEN. Ini justru yang paling ribet. Saya cukup memeras otak untuk berimajenasi apa yang saya pakai saat di bandung dari hari ke hari, dan menuangkannya dalam bentuk coretan list barang bawaan saya *agak lebay tapi memang terjadi :p* Tapi syukurlah momen itu sudah lewat, walau dalam kepala saya masih bertanya dan bertanya “Aduuuh.. udah pas belum ya??? aduuuhhhh, jangan2 kurang. *yang kalo dituruti bikin gilak. wee
Tinggal lain-lain.
Selesai sudah.
Semoga perjalanan kami ke Bandung menyenangkan. ^^
Filed under Tak Berkategori | Comment (0)gaptek :/
Ini adalah salah satu saat yang bikin saya desperate. Nyoba ngotakngatik hal-hal yang agak sophisticated buat saya. Maunya saya ngeblog, dan blog saya indah seperti halnya blog yang lain. tapi yang (selalu) terjadi, saya sibuk ngutek-utek dashbor, berusaha keras mempercantik tampilan blog, memakan waktu berjam-jam yang tentu saja menguras pikiran, udah gitu gagaaaaallllllll, dan paling parahnya malah jadi males nulis di blog, yang sebenernya esensi dari nge Blog. Hhooooalah.
Filed under desperado momen | Comment (0)2012 Kiamat?
Awalnya adalah saya yang ribut pengen nonton di bioskop. Gimana gak, semenjak hamil dan punya anak (yang kalo diitung sudah 3 tahun 10 bulan), saya gak pernah nonton dibioskop lagi. Bioskop terakhir yang saya kunjungi saja sekarang sudah gulung tikar.
Lalu saya mulai nyari-nyari info film yang lagi maen apa. Yah, kali-kali saya dan suami bisa punya kesempatan nonton. Ternyata yang sedang booming adalah film 2012. Saya sih, gak mau mbahas tentang film itu, lha wong saya saja belom nonton kok. Saya yakin banyak yang sudah nonton dan bercerita banyak tentang film ini.
Tapi saya jadi terusik dengan pertanyaan seputar 2012 kiamat? Lalu sebagai seorang ibu yang smart *halah* segera saya temui mbah google dunk. Dan saya dapet jawaban yang cukup menjawab dalam kiamat 2012?.
Well, sebagai insan yang percaya Tuhan, dan saya sendiri adalah seorang muslim, kiamat adalah sebuah kepastian. Soal kapan datangnya, adalah rahasia Allah. Seperti juga kematian. Bisa datang kapan saja. 30 tahun lagi, besok, ato bahkan setelah saya nge-posting ini. Iya gag?
Mulai saat ini saya akan lebih berhati-hati dalam bertindak, berperilaku, berpikir, mengecharge diri saya dengan segala ‘makanan’ yang lengkap dan bergizi. Mengisi setiap detik kesempatan hidup ini dengan yang terbaik dari saya. Menjadi seseorang yang bermanfaat bagi semua, pokoknya jadi lebih baik daah… *janji*
Filed under Tak Berkategori | Comment (0)Kita semua tau bahwa kita semua pasti mati. Tapi apakah kita sudah mempersiapkan kematian kita?
3 kata yang sok-sokan bahasa asing itu maksudnya menggambarkan diri saya, blog ini: Seorang ordinary wanita, yang sekaligus jadi istri dan ibu, berprofesi sebagai full time mother alias ibu rumah tangga. Disini akan saya tumpahkan semua, betapa deperate nya mengurus sebuah rumah tangga dan isinya!
Biarpun kesannya hopeless, tapi dengan ini saya harap,semua bisa mengambil hikmah dan lebih bersyukur dengan anugrah terindah: Keluarga
Salam
/ibu dudul